Pada Jumat, 26 Maret 2021 pukul 18.30- 20.00 telah berlangsung kegiatan webinar nasional bertemakan “Filsafat Debat: Urgensi Pertarungan Ide & Gagasan Melalui Narasi Argumentasi”. Webinar ini diselenggarakan oleh Law Connection bersama dengan debaters.id yang merupakan serangkaian acara dari National Debate Connection (NDC) 2021.

Pembicara pada webinar kali ini adalah Rocky Gerung selaku Akademisi, Filsuf, dan Intelektual Publik Indonesia.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting yang dihadiri lebih dari 500 peserta yang berasal dari berbagai daerah. Adapun tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan sarjana hukum yang handal dalam mempertahankan kekokohan hukum Indonesia di masa yang akan datang. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mencetak generasi hukum yang berani dan berintegritas serta memiliki kecerdasan, daya kritis yang tinggi serta kemampuan berargumentasi yang mumpuni.

Dipandu oleh seorang Master of Ceremony yang juga merupakan salah satu pengurus dari Law Connection Hanny Sukma Ardiana. Hari pertama dari rangkaian acara NDC 2021 ini diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Project Manager Event NDC 2021 Donan Abbad Abdullah yang menyampaikan bahwa tema besar pada kegiatan ini tak lain adalah untuk mempersiapkan serta memperkokoh hukum Indonesia di masa yang akan datang.

“Sebisa mungkin mempersiapkan menjadi sarjana hukum yang baik. Hal tersebut sejalan dengan pasal 1 ayat 3 yang menyatakan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. Mengutip dari Prof. Saldi, terdapat beberapa kriteria untuk menjadi sarjana hukum yang baik, diantaranya memiliki motivasi dan pandai membaca, kemampuan dan keberanian dalam public speaking, ada kemampuan untuk menulis yang baik, dan kemampuan berbahasa asing,” ujar dia.

Banyak keuntungan bagi mahasiswa Fakultas Hukum jika belajar dengan baik, tambah dia. Lulusan Fakultas Hukum sangat prospektif jika dibandingkan dengan jurusan yang lain. Mereka akan sangat dibutuhkan di segala lini pekerjaan dan perusahaan. Dimanapun pasti akan membutuhkan ahli legal. Dengan demikian, semua peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dari sharing session sampai dengan coaching session supaya semua ilmu yang akan didapat bisa maksimal.

Diikuti oleh sambutan dari perwakilan debaters.id Anjas Rinaldi Siregar. Dia memberikan apresiasi yang tinggi bagi para peserta yang hadir pada kegiatan ini.

“Nanti akan ada sharing section yang akan ngasih kita banyak cara untuk berargumentasi,” tutur dia.

Acara ini dipandu oleh Tareq Elven, Junior Lawyer di Integrity Law Firm. Rocky Gerung selaku pembicara pada hari pertama NDC 2021 menyampaikan akan pentingnya ide dan retorika dalam berdebat.

“Jika pertanyaanya ‘apa makna berdebat?’, maka saya jawab makna berdebat adalah mengalahkan lawan. Debat pada akhirnya bukan mencapai suatu kejernihan. Berbeda dengan berdiskusi yang menghasilkan suatu kejernihan. Kendati argumentasi kita bodoh, dungu, fallacy, namun itulah seni berdebat,” tutur dia.

Retorika mengantarkan ide pada medan pertarungan, tambah dia, dengan kata lain, ide perlu masuk dalam suatu argumentasi. Berdebat itu adalah soal kecepatan berpikir, ketepatan logika, dan retorika. Dua alat untuk membatalkan argumentasi lawan adalah logika dan dialektika.

“Yang penting dalam debat adalah debating, argumentasi, dan logic. Kalo kita mau menang dalam debat perlu memahami bahwa debat adalah upaya membatalkan argumentasi lawan kemudian mengintip logical fallacy lawan, sehingga kita bisa membatalkan argumentasi lawan,” tambah dia.

Dengan banyaknya paradigma yang berkembang bahwa debat bukanlah budaya Indonesia, tutur dia, seharusnya paradigma tersebut harus dipatahkan supaya Indonesia masuk ke budaya debat maka batalkan budaya feodal tersebut sebab yang dibutuhkan saat ini adalah manusia yang memiliki retorika karena, Indonesia sendiri lahir dari perdebatan para founding fathers maka tidak ada alasan bahwa debat bukanlah budaya Indonesia.

Beberapa pertanyaan disampaikan peserta. Salah satunya mengenai bagaimana tips dalam meningkatkan kemampuan berdebat.

“Suruh dekan kau mengubah kurikulumnya. Harus ada perbaikan kurikulum Fakultas Hukum. Mata Kuliah Fisafat Hukum itu harusnya diberikan di semester 1, supaya di semester berikutnya kegiatan perkuliahan penuh dengan debating. Dan juga dosen harus menjadikan mahasiswa sebagai TTM, bukan Teman Tapi Mesra, melainkan Teman Tapi Mikir. Dengan kata lain, dosen harus menjadikan mahasiswanya menjadi teman berpikir,” tutup dia.

Para peserta terlihat antusias saat menjalani kegiatan ini yang terbukti dengan banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang diajukan mengenai Urgensi Filsafat Debat. Walaupun tidak semua pertanyaan dapat terjawab, namun beberapa pertanyaan tersebut dijawab dengan singkat dan padat oleh Rocky Gerung selaku pembicara. Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut para peserta dapat menyerap dan mengimplementasikan ilmu yang didapat guna mempersiapkan diri menjadi sarjana hukum yang handal dalam memperkokoh hukum Indonesia di masa yang akan datang.

Categories:

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *